"Tanganku kecil, tolong jangan menilai terlalu sempurna saat aku sedang membereskan tempat tidurku. Menggambar atau melempar bola. Kakiku masih pendek, tolong jangan terlalu cepat kalau berjalan agar aku dapat berjalan bersama ibu dan ayah."
Terkadang aku merasakan ibu dan ayah lupa bahwa aku masih kecil. Aku bukanlah orang dewasa yang berukuran mini. Lihatlah oleh ibu dan ayah, tanganku masih kecil dan mungil sehingga aku belum bisa membereskan tempat tidurku, aku belum bisa bersih menyapu rumah dan aku juga belum bisa bagus menggambar dan tepat melempar bola dan menangkap bola. Tapi aku ingin melakukan seperti yang ibu dan ayah lakukan. Aku sangat butuh latihan dari ibu dan ayah sehinga nanti saat usia baligh aku dapat melakukan dengan baik seiring dengan pertumbuhan badanku. Tidak hanya tanganku yang masih kecil ibu, tapi kakiku juga masih pendek. Aku belum bisa cepat berjalan saat ibu dan ayah meminta aku mengambilkan sesuatu dan jalanku juga belum secepat ibu dan ayah. Jadi tolong jangan ibu dan ayah berteriak-teriak padaku supaya cepat-cepat mengambilkan apa yang ibu dan ayah minta. Dan jangan terlalu cepat kalau berjalan, jika aku ada disamping ibu dan ayah agar aku dapat berjalan bersama ibu dan ayah
Sumber: Dr. Ir. Yuliana, M.Si, Ayah, Ibu...Tolong Mengerti Aku..., Mahabbah Pustaka, Bogor, 2008.
Kamis, 01 April 2010