"Perasaanku lembut.Perlakukan aku sebagaimana ibu dan ayah ingin diperlakukan oleh orang lain. Jangan marah padaku sepanjang hari.
Aku ingin ibu dan ayah sensitif dengan kebutuhanku.
"

Aku bisa merasakan bagaimana lembutnya usapan dan belaian ibu sebagai wujud kasih sayang ibu padaku sehingga bisa mengantarkanku ke dalam tidur yang indah. Aku juga bisa merasakan kegembiraan yang tidak ternilai harganya saat ayah mengajak aku bersenda gurau dan bercengkrama.Demikian juga sebaliknya saat ibu dan ayah menatapku dengan ekspresi wajah yang menegangkan, karena menahan amarah yang dalam atau tatapan mata yang tidak setuju dengan perbuatan yang aku lakukan. Semua itu bisa kurasakan karena perasaanku lembut. Oleh sebab itu, aku ingin diperlakukan baik sebagaimana ibu dan ayah ingin diperlakukan baik juga oleh orang lain. Bukanlah lebih indah, saat aku melakukan sesuatu kesalahan (menurut penilaian ibu,sedangkan aku belum mengetahui kalau yang demikian itusalah), ibu memberitahukan padaku kiat-kiat untuk tidak melakukan kesalahan dengan cara melatih dan membimbingku atau mengajarkan supaya aku tidak mengulangang kesalahan yang sama dilain waktu dan kesempatan. Daripada dengan cara marah-marah yang dapat merusak suasana ketenangan di rumah kita, hanya lantaran aku memecahkan sebuh gelas kaca yng kuraih (karena terlalu tinggi) untuk alat minumku, guna melepas dahaga setelah puas bermain. Aku ingin ibu dan ayah sensitif dengan kebutuhanku. Saat aku asyik bermain, misalnya tiba-tiba ibu memberiku segelas air putih, sangat berharga rasanya dibanding saat ibu beri aku setumpuk uang karena aku belum tentu tahu nilai uang.begitu juga saat sebenarnya perut ini harus diisi, apalagi sudah sampai mengeluarkan "nyanyian tanpa irama", aku masih butuh ibu untuk menyediakannya untukku. Selain kebutuhan fisik, akusangat butuh makanan batin, entah itu melalui pembinaan aspek spiritualku atau aspek sosial emosionalku atau melalui aspek lainnya. Yang pasti, aku membutuhkan pembinaan untuk bisa berkembang secara optimal.


Sumber: Dr. Ir. Yuliana, M.Si, Ayah, Ibu...Tolong Mengerti Aku..., Mahabbah Pustaka, Bogor, 2008.

date Sabtu, 03 April 2010

0 komentar to “Ayah, Ibu...Tolong Mengerti Aku...2”

Leave a Reply: